Jumat, 25 Mei 2012

ANAKKU

Anakku…

Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik.... Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat didepan mataku saat aku melahirkanmu. Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami.

Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatanku demi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin melihat senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.

Masa remaja pun engkau masuki. Kejantananmu semakin terlihat, Aku pun berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu. Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu, namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.

Seiring perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu. Hak diriku telah terlupakan. Sudah sekian lama aku tidak bersua, meski melalui telepon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali, jadikanlah ibumu ini sebagai persinggahan, meski hanya beberapa menit saja untuk melihat anakku.
Ibu sekarang sudah sangat lemah. Punggung sudah membungkuk, gemetar sering melecut tubuh dan berbagai penyakit tak bosan-bosan singgah kepadaku. Ibu semakin susah melakukan gerakan.

Anakku…

Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu, niscaya ibu akan berterima kasih kepadanya. Sementara Ibu telah sekian lama berbuat baik kepada dirimu. Manakah balasan dan terima kasihmu pada Ibu ? Apakah engkau sudah kehabisan rasa kasihmu pada Ibu ? Ibu bertanya-tanya, dosa apa yang menyebabkan dirimu enggan melihat dan mengunjungi Ibu ? Baiklah, anggap Ibu sebagai pembantu, mana upah Ibu selama ini ?

Anakku...
 Ibu hanya ingin melihatmu saja. Lain tidak. Kapan hatimu memelas dan luluh untuk wanita tua yang sudah lemah ini dan dirundung kerinduan, sekaligus duka dan kesedihan ? Ibu tidak tega untuk mengadukan kondisi ini kepada Dzat yang di atas sana. Ibu juga tidak akan menularkan kepedihan ini kepada orang lain. Sebab, ini akan menyeretmu kepada kedurhakaan. Musibah dan hukuman pun akan menimpamu di dunia ini sebelum di akhirat. Ibu tidak akan sampai hati melakukannya,

Anakku…

Walaupun bagaimanapun engkau masih buah hatiku, bunga kehidupan dan cahaya diriku…

Anakku…

Perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu. Dan balasan berasal dari jenis amalan yang dikerjakan. Nantinya, engkau akan menulis surat kepada keturunanmu dengan linangan air mata seperti yang Ibu alami. Di sisi Allah, kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang yang menggugat.

Anakku..

Takutlah engkau kepada Allah karena kedurhakaanmu kepada Ibu. Sekalah air mataku, ringankanlah beban kesedihanku. Terserahlah kepadamu jika engkau ingin merobek-robek surat ini. Ketahuilah, "Barangsiapa beramal shalih maka itu buat dirinya sendiri. Dan orang yang berbuat jelek, maka itu (juga) menjadi tanggungannya sendiri".
Anakku…
Ingatlah saat engkau berada di perut ibu. Ingat pula saat persalinan yang sangat menegangkan. Ibu merasa dalam kondisi hidup atau mati. Darah persalinan, itulah nyawa Ibu. Ingatlah saat engkau menyusui. Ingatlah belaian sayag dan kelelahan Ibu saat engkau sakit. Ingatlah ….. Ingatlah…. Karena itu, Allah menegaskan dengan wasiat : "Wahai, Rabbku, sayangilah mereka berdua seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil".
Anakku…
Allah berfirman: "Dan dalam kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal" [Yusuf : 111] I LOVE YOU MOM.........

Sabtu, 19 Mei 2012

Aku ingin menjadi bidadari hatimu

~**~ Aku ingin menjadi bidadari hatimu ~**~ "
sebaik-baiknya wanita ialah yang Tidak memandang dan tidak dipandang oleh laki-laki" "
Aku tidak ingin dipandang cantik oleh laki2"biarlah aku hanya cantik dimatamu
"Apa gunanya aku menjadi perhatian banyak lelaki andai murka Allah ada disitu
"Apa gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki, sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang
"Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki, bahkan aku merasa terhina diperlakukan seperti itu, seolah olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati
"Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat kuberikan
"bagaimana akan ku jawab dihadapan Allah kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup dimuka bumi?
"kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukan pandanganku Aku harus memperbaiki dan menghias pribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah SWT Dan agar kau bangga memiliki ku disampingmu ^____^

referensi

Jumat, 18 Mei 2012

Jangan Biarkan Aku Mati Tanpa CintaMu

Jangan Biarkan Aku Mati Tanpa CintaMu

Ada gambar di dinding kalbuku
Sebuah nama yang terukir kuat di dinding kepastianku
Tiada yang lain selain hanya gambar diriMu
Ada tentram dibalik dinding hatiku
Saat namaMu kusebut berulang-ulang
dalam gelapnya malam dan gulitanya siang

Ya Rabbi, jangan biarkan cintaku berpaling dari cintaMu,
tenggelamkanlah nyawaku dalam lautan rinduMu
hanya karena Engkaulah bahagiaku
meliputi segala darah yang mengalir di tubuhku
Sejuta peri Kau turunkan untuku, sudah
dengan seribu macam paket karunia dan berkahMu,

Namun bukan itu harapku ya Rabbi.
Aku hanya butuh sambutan hangat dalam rumahMu
karena senyumMu adalah segalanya bagiku.
Aku selalu merindukan wajah cantikMu
Aku mencintaiMu melebihi cintaku pada diri dan hidupku
matiku karena cintaMu adalah kebahagiaan untukku

bagaimana untuk menggapai gelar wanita shalehah?

 Bagaimana untuk menggapai gelar wanita shalehah?
1 , Berpegang teguh pada nilai keimanan , ketaqwa'an kepada ALLAH dan meneladani Rosul-Nya
2 . Ia patut dan ta'at serta hormat kepada ke dua orang tuanya
3 . Ia lebih mementingkan menuntut Ilmu dari pada sekedar sibuk memikirkan cinta yang belum waktunya
4 . Ia selalu merendahkan suaranya ketika berbicara dengan orang lain
5 . Ia senantiasa menjaga kesopanannya dalam bertutur kata dan lebih banyak diam jika tidak bermanfa'at
6 . Ia senantiasa memuliakan akhlaknya dalam bergaul dengan siapa pun di mana pun
7 . Ia selalu menutup Aurat nya
8 . Ia senantiasa menundukan pandangan nya kepada laki-laki yang bukan muhrim nya
9 . Ia tidak berlebihan dalam merias wajah nya
10 . Ia senantiasa menyayangi sesama dan mengendapkan rasa ukhwah antar saudara beriman
11 . Ia senantiasa hormat kepada yang lebih tua serta menghargai yang lebih muda
12 .Ia pandai menjaga pergaulanya dalam sehari hari
13 . Ia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah di bandingkan berada di luaran untuk hal hal yang tidak bermanfa'at