Minggu, 25 Agustus 2013
Kamis, 13 Juni 2013
TIDAK SEMUA WANITA SELALU MINTA DIMANJA
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Tidak semua wanita selalu minta dimanja.
Tidak semua wanita selalu minta perhatian.
Tidak semua wanita selalu minta macam-macam.
Masih banyak wanita masih mampu berdiri tegar.
Meski terkadang sering dikecewakan.
Masih banyak wanita masih mampu banyak diam.
Meski gejolak hati kadang tak tertahankan.
Masih banyak wanita masih mampu setia.
Meski terkadang pernah diduakan.
Ketika lelaki berusaha pergi dan menghindar.
Wanita masih mampu untuk bertahan.
Ketika lelaki datang kembali membawa keinginan.
Wanita masih mampu menerima dengan kedua tangan.
Meski wanita terkadang terlihat tidak peduli.
Meski Wanita terkadang terlihat mengacuhkan.
Tapi sesungguhnya jauh dilubuk hatinya yang paling dalam.
Wanita masih mampu berdoa dalam setiap sujudnya.
Berdoa dan berharap untuk yang terbaik bagi lelaki yang disayanginya.
Dan itulah sebenarnya yang ada dalam hati setiap wanita..
Kamis, 06 Juni 2013
KEMANAKAH DOA ITU
Ketika berharap uang, ternyata yg datang hutang
Saat memohon kemudahan, yg hadir justru kesulitan
Ketika doakan kesehatan, yg hampiri penyakit
Jangan kau tanya mengapa Allah tak kabulkan doamu
Jangan kau paksa kapan Allah
ijabahkan doamu
Jangan kau heran mengapa Allah abaikan doamu
Tapi, tanyakan seperti apa tubuhmu bicara
tanyakan seperti apa hatimu berkata
Apa Subuhmu mjelang dhuha?
Apa Dhuhurmu sisa waktu bisnis yg kau punya?
Apa Ashar-Maghrib-mu terlalu dekat waktunya?
Apa Isya-mu terlewat karena lelah yg ada?
Jangan salahkan Allah,
Bila kau kira bisa bebas berbuat dosa, lalu diputihkan dng Umroh tiap tahun....
Jangan salahkan Allah,
Jika ayat suci hanya kau pilih beberapa....
Surat Yusuf agar mdapatkn putra ganteng nan soleh,
Surat Maryam agar mperoleh putri nan cantik solehah,
Surat Ar-Rahman agar berlimpah rezeki....
Jangan salahkan Allah, bila ayat-ayatNya tak pernah dibaca atau diamalkan dlm kehidupan nyata....
Jika titah Allah hanya beban,
Bila urusan Allah cuma dagang....
Jangan harap kecintaanNya akan datang....
Duhai Allah....
Jagalah kami dari hal2 demikian
Satukan kami dlm ikatan cinta utk saling mengingatkan... akan keberadaan & kewajiban kami kepada-Mu....Aamin..
Senin, 03 Juni 2013
DOA KETIKA JATUH CINTA
Ya Allah… Jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya padaMu, agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu
Ya Allah… Jika aku jatuh hati, izinkan aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut padaMu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta
semu. Jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui
syahid di jalan-Mu.
Ya Allah…
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta
pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah
pada-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kokohkanlah ya Allah
ikatannya, kekalkanlah cintanya,tunjukilah jalan-jalannya, penuhilah
hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Aamiin Allahumma Aamiin Allahumma Aamiin
Rabu, 29 Mei 2013
"Wanita Pertama Yang Masuk Surga"
Assalammu'alaikum wr wb
"Wanita Pertama Yang Masuk Surga"
Dan siapakah nama wanita itu? Dia adalah Muti’ah.
Kaget? Sama seperti Siti Fatimah ketika itu, yang mengira dirinyalah yang pertama kali masuk surga.
…
Siapakah Muti’ah? Karena rasa penasaran yang tinggi, Siti Fatimah pun
mencari seorang wanita yang bernama Muti’ah ketika itu. Beliau juga
ingin tahu, amal apakah yang bisa membuat wanita itu bisa masuk surga
pertama kali? Setelah bertanya-tanya, akhirnya Siti Fatimah mengetahui
rumah seorang wanita yang bernama Muti’ah. Kali ini ia ingin
bersilaturahmi ke rumah wanita tersebut, ingin melihat lebih dekat
kehidupannya. Waktu itu, Siti Fatimah berkunjung bersama dengan anaknya
yang masih kecil, Hasan. Setelah mengetuk pintu, terjadilah dialog.
“Di luar, siapa?” kata Muti’ah tidak membukakan pintu.
“Saya Fatimah, putri Rasulullah”
“Oh, iya. Ada keperluan apa?”
“Saya hanya berkunjung saja”
“Anda seorang diri atau bersama dengan lainnya?”
“Saya bersama dengan anak saya, Hasan?”
“Maaf, Fatimah. Saya belum mendapatkan izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki”
“Tetapi Hasan masih anak-anak”
“Walaupun anak-anak, dia lelaki juga kan? Maaf ya. Kembalilah besok, saya akan meminta izin dulu kepada suami saya”
“Baiklah” kata Fatimah dengan nada kecewa. Setelah mengucapkan salam, ia pun pergi.
Keesokan harinya, Siti Fatimah kembali berkunjung ke rumah Muti’ah.
Selain mengajak Hasan, ternyata Husein (saudara kembar Hasan) merengek
meminta ikut juga. Akhirnya mereka bertiga pun berkunjung juga ke rumah
Muti’ah. Terjadilah dialog seperti hari kemarin.
“Suami saya sudah memberi izin bagi Hasan”
“Tetapi maaf, Muti’ah. Husein ternyata merengek meminta ikut. Jadi saya ajak juga!”
“Dia perempuan?”
“Bukan, dia lelaki”
“Wah, saya belum memintakan izin bagi Husein.”
“Tetapi dia juga masih anak-anak”
“Walaupun anak-anak, dia juga lelaki. Maaf ya. Kembalilah esok!”
“Baiklah” Kembali Siti Fatimah kecewa.
Namun rasa penasarannya demikian besar untuk mengetahui, rahasia apakah
yang menyebabkan wanita yang akan dikunjunginya tersebut diperkanankan
masuk surga pertama kali. Akhirnya hari esok pun tiba. Siti Fatimah dan
kedua putranya kembali mengunjungi kediaman Mutiah. Karena semuanya
telah diberi izin oleh suaminya, akhirnya mereka pun diperkenankan
berkunjung ke rumahnya. Betapa senangnya Siti Fatimah karena inilah
kesempatan bagi dirinya untuk menguak misteri wanita tersebut.
Menurut Siti Fatimah, wanita yang bernama Muti’ah sama juga seperti
dirinya dan umumnya wanita. Ia melakukan shalat dan lainnya. Hampir
tidak ada yang istimewa. Namun, Siti Fatimah masih penasaran juga.
Hingga akhirnya ketika telah lama waktu berbincang, “rahasia” wanita itu
tidak terkuak juga. Akhirnya, Muti’ah pun memberanikan diri untuk
memohon izin karena ada keperluan yang harus dilakukannya.
“Maaf Fatimah, saya harus ke ladang!”
“Ada keperluan apa?”
“Saya harus mengantarkan makanan ini kepada suami saya”
“Oh, begitu”
Tidak ada yang salah dengan makanan yang dibawa Muti’ah yang
disebut-sebut sebagai makanan untuk suaminya. Namun yang tidak habis
pikir, ternyata Muti’ah juga membawa sebuah cambuk.
“Untuk apa cambuk ini, Muti’ah?” kata Fatimah penasaran.
“Oh, ini. Ini adalah kebiasaanku semenjak dulu”
Fatimah benar-benar penasaran. “Ceritakanlah padaku!”
“Begini, setiap hari suamiku pergi ke ladang untuk bercocok tanam.
Setiap hari pula aku mengantarkan makanan untuknya. Namun disertai
sebuah cambuk. Aku menanyakan apakah makanan yang aku buat ini enak atau
tidak, apakah suaminya seneng atau tidak. Jika ada yang tidak enak,
maka aku ikhlaskan diriku agar suamiku mengambil cambuk tersebut
kemudian mencambukku. Ini aku lakukan agar suamiku ridlo dengan diriku.
Dan tentu saja melihat tingkah lakuku ini, suamiku begitu tersentuh
hatinya. Ia pun ridlo atas diriku. Dan aku pun ridlo atas dirinya”
“Masya Allah, hanya demi menyenangkan suami, engkau rela melakukan hal ini, Muti’ah?”
“Saya hanya memerlukan keridloannya. Karena istri yang baik adalah
istri yang patuh pada suami yang baik dan sang suami ridlo kepada
istrinya”
“Ya… ternyata inilah rahasia itu”
“Rahasia apa ya Fatimah?” Mutiah juga penasaran.
“Rasulullah Saw mengatakan bahwa dirimu adalah wanita yang
diperkenankan masuk surga pertama kali. Ternyata semua gara-gara baktimu
yang tinggi kepada seorang suami yang sholeh.
Dan siapakah nama wanita itu? Dia adalah Muti’ah.
Kaget? Sama seperti Siti Fatimah ketika itu, yang mengira dirinyalah yang pertama kali masuk surga.
…
Siapakah Muti’ah? Karena rasa penasaran yang tinggi, Siti Fatimah pun mencari seorang wanita yang bernama Muti’ah ketika itu. Beliau juga ingin tahu, amal apakah yang bisa membuat wanita itu bisa masuk surga pertama kali? Setelah bertanya-tanya, akhirnya Siti Fatimah mengetahui rumah seorang wanita yang bernama Muti’ah. Kali ini ia ingin bersilaturahmi ke rumah wanita tersebut, ingin melihat lebih dekat kehidupannya. Waktu itu, Siti Fatimah berkunjung bersama dengan anaknya yang masih kecil, Hasan. Setelah mengetuk pintu, terjadilah dialog.
“Di luar, siapa?” kata Muti’ah tidak membukakan pintu.
“Saya Fatimah, putri Rasulullah”
“Oh, iya. Ada keperluan apa?”
“Saya hanya berkunjung saja”
“Anda seorang diri atau bersama dengan lainnya?”
“Saya bersama dengan anak saya, Hasan?”
“Maaf, Fatimah. Saya belum mendapatkan izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki”
“Tetapi Hasan masih anak-anak”
“Walaupun anak-anak, dia lelaki juga kan? Maaf ya. Kembalilah besok, saya akan meminta izin dulu kepada suami saya”
“Baiklah” kata Fatimah dengan nada kecewa. Setelah mengucapkan salam, ia pun pergi.
Keesokan harinya, Siti Fatimah kembali berkunjung ke rumah Muti’ah. Selain mengajak Hasan, ternyata Husein (saudara kembar Hasan) merengek meminta ikut juga. Akhirnya mereka bertiga pun berkunjung juga ke rumah Muti’ah. Terjadilah dialog seperti hari kemarin.
“Suami saya sudah memberi izin bagi Hasan”
“Tetapi maaf, Muti’ah. Husein ternyata merengek meminta ikut. Jadi saya ajak juga!”
“Dia perempuan?”
“Bukan, dia lelaki”
“Wah, saya belum memintakan izin bagi Husein.”
“Tetapi dia juga masih anak-anak”
“Walaupun anak-anak, dia juga lelaki. Maaf ya. Kembalilah esok!”
“Baiklah” Kembali Siti Fatimah kecewa.
Namun rasa penasarannya demikian besar untuk mengetahui, rahasia apakah yang menyebabkan wanita yang akan dikunjunginya tersebut diperkanankan masuk surga pertama kali. Akhirnya hari esok pun tiba. Siti Fatimah dan kedua putranya kembali mengunjungi kediaman Mutiah. Karena semuanya telah diberi izin oleh suaminya, akhirnya mereka pun diperkenankan berkunjung ke rumahnya. Betapa senangnya Siti Fatimah karena inilah kesempatan bagi dirinya untuk menguak misteri wanita tersebut.
Menurut Siti Fatimah, wanita yang bernama Muti’ah sama juga seperti dirinya dan umumnya wanita. Ia melakukan shalat dan lainnya. Hampir tidak ada yang istimewa. Namun, Siti Fatimah masih penasaran juga. Hingga akhirnya ketika telah lama waktu berbincang, “rahasia” wanita itu tidak terkuak juga. Akhirnya, Muti’ah pun memberanikan diri untuk memohon izin karena ada keperluan yang harus dilakukannya.
“Maaf Fatimah, saya harus ke ladang!”
“Ada keperluan apa?”
“Saya harus mengantarkan makanan ini kepada suami saya”
“Oh, begitu”
Tidak ada yang salah dengan makanan yang dibawa Muti’ah yang disebut-sebut sebagai makanan untuk suaminya. Namun yang tidak habis pikir, ternyata Muti’ah juga membawa sebuah cambuk.
“Untuk apa cambuk ini, Muti’ah?” kata Fatimah penasaran.
“Oh, ini. Ini adalah kebiasaanku semenjak dulu”
Fatimah benar-benar penasaran. “Ceritakanlah padaku!”
“Begini, setiap hari suamiku pergi ke ladang untuk bercocok tanam. Setiap hari pula aku mengantarkan makanan untuknya. Namun disertai sebuah cambuk. Aku menanyakan apakah makanan yang aku buat ini enak atau tidak, apakah suaminya seneng atau tidak. Jika ada yang tidak enak, maka aku ikhlaskan diriku agar suamiku mengambil cambuk tersebut kemudian mencambukku. Ini aku lakukan agar suamiku ridlo dengan diriku. Dan tentu saja melihat tingkah lakuku ini, suamiku begitu tersentuh hatinya. Ia pun ridlo atas diriku. Dan aku pun ridlo atas dirinya”
“Masya Allah, hanya demi menyenangkan suami, engkau rela melakukan hal ini, Muti’ah?”
“Saya hanya memerlukan keridloannya. Karena istri yang baik adalah istri yang patuh pada suami yang baik dan sang suami ridlo kepada istrinya”
“Ya… ternyata inilah rahasia itu”
“Rahasia apa ya Fatimah?” Mutiah juga penasaran.
“Rasulullah Saw mengatakan bahwa dirimu adalah wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali. Ternyata semua gara-gara baktimu yang tinggi kepada seorang suami yang sholeh.
Wassalammu'alaikum wr wb
✽ KETIKA CINTA HARUS MEMILIH ✽
♥✽ Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ✽♥
✽ KETIKA CINTA HARUS MEMILIH ✽
❥ Ketika hati dihadapkan dua pilihan..
Maka kesetiaan yg akan diuji
Butuh iman yg kuat untuk mempertahankan
Apalagi ketika dua pilihan itu sama baiknya..
❥ Disini kita akan mengerti arti mempertahankan
Karena sungguh mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkan..
❥ Namun ketika keinginan tak seperti yang kita harapkan..
Kita harus terus bersabar dan ikhlas..
❥ Tidak semua yang kita inginkan bisa tercapai
ALLAH tahu apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan..
Karena yang terbaik bagimu belum tentu baik di mata ALLAH..
❥ Ya Rabb,Jika cinta harus memilih..
Pilihkan aku pada orang yg melabuhkan cintanya pada-MU..
Yang mencintai Rasul-MU..
Yang pedoman pada Kitab-MU..
Agar bertambah kecintaanku pada-MU ya Rabb..
❥ Ketika cinta harus memilih..
Ijinkan aku untuk mengabdi kepada seseorang yang Engkau takdirkan
untukku dan ku selipkan setiap baik doa untukmu dalam istikharah
cintaku..
ALLAH yang mempertemukan kita..
❥ Sungguh aku hanya ingin mencintaimu karena ALLAH.
Aamiin Ya Rabbal'alamiin
Wassalammu'alaikum wr wb
Senin, 27 Mei 2013
☆ JANJI SEORANG SUAMI ☆
♥Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh♥
☆ JANJI SEORANG SUAMI ☆
❥ Istri ku,ketika pertama kali ku ikat kan niat hatiku dengan keberanian untuk meminang mu..
❥ Menjadikan dirimu bagian dari diriku,ketika itu pula telah ku mantap
kan dalam hatiku bahwa kau lah yabg ku pilih untuk mendampingi ku
menjalani hidup ku..
❥ Istri ku,ketika hari itu aku mngucpkan ikrar pernikahan,menyebutkn jumlah aku menebusmu..
❥ Aku tahu sejak itulah aku harus mampu menjadi seorang yang bertnggung jawab pnuh kepadamu..
❥ Bahwa aku sekarang yang mengambil posisi ayah mu sebagai pelindung mu,posisi ibu mu sebagai curahan hati mu..
❥ Istri ku,sungguh aku ingin menjadikan mu bagai siti khadijah,,yang mendapat curahan hati dari sang Tauladan..
❥ Sungguh aku ingin menjadi kan mu seperti Siti khadijah,yang ta ada dua smpai akhir nya engkau harus tiada..
❥ Namun,aku hanya lelaki biasa,bukan sang tauladan yang mampu mnahan segala goda..
❥ Namun percayalah istri ku,kau wanita dri ketika aku meminang,mengikatkan niat dan keberanian ku..
❥ Istri ku,terima&pahami lah segala kkurangan&kelebihan ku,dan
Aku pun akan menerima segala kekurangan&kelebihan yg ada pada
dirimu..
❥ Karena hakikat pernikahan itu,saling melengkapi kekurangan&kelebihan dua Insan ketika bersatu..
❥ Istri ku,Bismillahi Tawakaltu 'Alallah,kita mulai lmbaran hidup baru..
❥ Menanti Calon Mujahid&Mujahidah yang akan ALLAH titipkan di rahimmu..
❥ Bersabarlah wahai istriku,
Ketika keadaan mendadak berubah tak seperti biasa..
❥ Karena engkau tahu jalan hidup tak selamanya sesuai dengan harapan kita..
❥ Karena bahagia tak bisa selamanya kita rasa..
❥ Karena ALLAH telah menuliskan semuanya,Bukankah ALLAH Ta’ala telah berfirman:
❥ Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada
dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz)
sebelum Kami menciptakannya..
❥ Sesungguhnya yang demikian itu
adalah mudah bagi ALLAH, (KAMI jelaskan yang demikian itu) supaya kamu
jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu
jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-NYA kepadamu..
❥ (QS. Al-Hadiid: 22-23)
❥ Dan ketika engkau merasa lelah dan bimbang, datang dan bersandarlah di pundakku..
❥ Supaya dapat kukisahkan lagi sirah Nabi yang dapat menyemangatimu,Dan bisa kulihat lagi senyum manis diwajahmu..
❥ Karena senyuman adalah lengkungan yang dapat meluruskan segalanya..
❥ Tersenyumlah Istri ku. (◡‿◡✿)
Wassalammu'alaikum wr wb
Langganan:
Postingan (Atom)