Rabu, 16 April 2008

Ingin semuanya

Ingin semuanya

Di sudut petak aku terluka
Terluka sampai habis penantian.
kini ku mekar setelah sempat layu...

Di tengah lingkaran aku tersudut
menghampa,mematahkan ranting
mencabut dedaunan,
memecahkan jendela
Tak ada yang terpana,
Aku tertunggangi,tumpah menceracau
Seperti kesurupan di tengah sawah

Ingin ku merasuki duniaku
Menjejak setiap tempat,tanahnya,lautnya...
Memuntahi semua darat,laut,langit
Menghempas-hempas dalam hening
Menjangkiti abadiku

Tapi aku terjatuh
Hingga kini aku berada di seberang
Terduduk di atas puncak yang tertinggi
Menanti keajaiban yang tak pernah ku harapkan
Mengintipi aliran mata air yang mengelilingiku

Tapi seketika aku menerawang
Menatap sekitar, ku ada di belantara
Tergantung bergelantung di akar pinus
Hanya aku penguasa jengkalnya
Tapi tak tentu arah
padahal ada matahari, tapi mana arah barat?
Padahal ada bintang,lalu mana malam?
Ada hujan yang temani,tapi mana awan mendungnya???!
Berdusta ku di antara dosa-dosa yang tak ku lakukan
Jangan pertemukan aku dengan badai
Ku cukup nyenyak dengan selimut sederhana,
yang tersembunyi di depanku
namun terbalik dari cahayaku,tak terlihat
Mengawang dalam hampa yang warna-warni

Ku mengambil ancang-ancang melompat ke sungai
Saat ku menceburkan diri aku terhasut dinginnya pasir
dan sedia kala terpasung di lautan salju
Berkokok kucingku
Tertidurku di dalam api

Ah..ku mencumbu warna hitam
Merasa jemu dengan putih atau abu-abu
Bersujud menanti hujan dan sinar matahari
Aku ingin terlelap dalam tubuhku
Aku mau berlabuh dalam tidurku


Referensi
1. wilma

Tidak ada komentar: