Dan ini cinta Tuhan, sungguh cinta Tuhan
Takkan berkurang jika kita bagi-bagi
Malah akan bersemi, terus bersemi
Mengakar dalam menembus setiap hati
Cinta selalu menyemai damai
Cinta selalu mengulum senyum
Cinta membawa payung keteduhan
Cinta memberi rengkuhan harapan
Cinta ini bukan milik kita
Hanya milik Tuhan, hanya milik Tuhan
Beribu tafsir, takkan bermakna
Jika hatimu tak juga menyemainya
Bagi kepahitan yang mekar di pabrik-pabrik,
Terminal-terminal, rumah-rumah kardus,
Helaan nafas tukang becak, kuli bangunan,
Pengamen jalanan, pelacur, gelandangan,
Dan korban kerakusan
Cinta ini milik Tuhan, hanya milik Tuhan
Taburlah di ladang-ladang persahabatan
Dan setiap hati akan mewangi
Dipenuhi kuntum-kuntum melati
Cinta ini milik Tuhan, selalu milik Tuhan
kan mekar sepanjang musim, sepanjang napas
mengalir di muara-muara harapan
bagi bayi-bayi yang terbuang
juga kemanusiaan yang tertikam
Ranumkan cintamu dalam peraman kesetiaan
yang didewasakan oleh badai dan gelombang
tak perlu patah tiang, di pantai Dia menanti
dengan membawa gerimis awal musim
menghapus kedahagaan sepanjang kemarau
menyemai padang hijau bagi belalang dan kupu-kupu
simponi kalbu melagu di antara desah dan tatapan
cinta ini memastikan kehadiranmu!
referensi
1.karya Lindung Ratwiawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar