Jumat, 10 April 2009

aku dan dirinya

Aku membencinya.., namun pada saat yang sama aku juga harus mengakui kalau aku menyayanginya. Mungkin kadar perasaan ini hampir sama atau tepat sama banyaknya. 

Aku bisa berlagak tidak peduli tapi pada saat yang sama aku juga menunjukkan sikap kalau aku peduli. Kombinasi yang aneh ya?! Separuh diriku berteriak kalau dia sangat berarti dan separuh ku yang lain menyangkal perasaan itu dengan sangat kuatnya. 

Aku memujanya sama banyak dengan aku menghujatnya. Melontarkan puluhan kata pujian dan makian. Terlalu bodoh dan menakjubkan untuk didengar.

Aku banyak belajar dari nya tentang banyak hal. Bagaimana cara mencintai dan bagaimana cara membenci. Sayangnya dia mengajari ku dengan sangat baik sehingga pada akhirnya aku adalah seorang murid yang begitu pandai mencintai sekaligus membenci.

Ada apa dengan diri ku dan dirinya?! Apakah kebencian ini terlalu dalam atau kah hanya ketakutan tak beralasan yang selalu menghantui ku selama ini.
referensi 

Tidak ada komentar: